Taubatnya Seorang Hamba
Ketika hati mulai ada keraguan
Kegelisahan mulai menyelimuti relung jiwaku
Semakin hari semakin resah
Seakan hidup tak ada artinya lagi
Akankah ini berakhir?
Aku mulai penat dengan kehidupan yang fana ini
Yang hanya menumpukkan segumpalan dosa
Yang dapat menyelorokkanku ke dalam azab yang pedih
Ah… aku takut dan tak kuasa masuk ke dalam neraka-Mu
Tapi, aku juga seakan tak pantas masuk ke dalam surga-Mu
Aku sepertinya terlalu hina masuk ke surga-Mu
I'm fear to face the future... it’s almost dark imagination in my mind... but you know? recently after i open my mind and thinking it’s all... i can smile again... Just Dare to Fail... Life is not only place for winner whether loser or success or fail... Life is a process... it’s okey if you are fail but dont stop your steps... Just try and try again... it’s better... ^_^
Sabtu, 17 Januari 2009
Nih...Laporan Praktikum Biologi...
Topik : Klasifikasi makhluk hidupTujuan :1.Mahasiswa memahami prinsip atau dasar klasifikasi makhluk hidup.2.Mahasiswa mampu melakukan klasifikasi menggunakan dasar tertentu.Alat dan bahan :1. daun singkong (Manihot esculenta)2. daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia)3. daun waru (Hibiscus tilliacsus)4. daun nangka (Artocarpus heterophyllus)5. daun alpukat (Persea americana Mill)6. daun cempaka (Michelia champaka Linn)7. daun melinjo (Gnetum gnemon)8. daun mangga (Mangifera sp.)9. daun jambu (Psidium guajava)10. daun durian (Durio zibethinus Murr)
Silaturahmi, Tuh Penting!!!
Silaturahmi dalam Islam nggak cuma menjaga hubungan baik dengan orang-orang dekat. Tapi juga termasuk perbuatan wajib yang berlimpah pahala. Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang percaya pada Allah dan hari kemudian hendaknya menghormati tamu. Dan siapa yang percaya pada Allah dan hari kemudian harus menghubungi sanak saudara (menjaga hubungan persaudaraan). Dan siapa yang percaya pada Allah dan hari kemudian harus berkata baik atau diam. “ (HR Bukhari dan Muslim).
Dari hadist di atas, jelas dikatakan bahwa ajang silahturahmi, tuh penting sekali. Dalam suatu hadist diriwayatkan juga, bahwa dengan bersilaturahmi maka berguguranlah segala dosa-dosa kita. Nah, tidak lama lagi, lebaran Idul Fitri akan tiba. Persiapkanlah sedini mungkin, hati yang bersih, yaitu hati yang bebas dari penyakit-penyakit hati. Yang insya Allah, hati kita bisa bersih baik secara lahir maupun bathin.
Dari hadist di atas, jelas dikatakan bahwa ajang silahturahmi, tuh penting sekali. Dalam suatu hadist diriwayatkan juga, bahwa dengan bersilaturahmi maka berguguranlah segala dosa-dosa kita. Nah, tidak lama lagi, lebaran Idul Fitri akan tiba. Persiapkanlah sedini mungkin, hati yang bersih, yaitu hati yang bebas dari penyakit-penyakit hati. Yang insya Allah, hati kita bisa bersih baik secara lahir maupun bathin.
Indahnya Pelangi-pelangi laskar
Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah:
Ikal
Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam
A Kiong (Chau Chin Kiong); Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
Kucai; Mukharam Kucai Khairani
Borek aka Samson
Ikal
Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam
A Kiong (Chau Chin Kiong); Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
Kucai; Mukharam Kucai Khairani
Borek aka Samson
Jumat, 10 Oktober 2008
BENARKAH
INSTRUKSI, JUKLAK, DAN JUKNIS
(IJJ) PEDOMAN MEMATIKAN
KREATIFITAS GURU?
By: Asri Djalil, S.PdINSTRUKSI, JUKLAK, DAN JUKNIS
(IJJ) PEDOMAN MEMATIKAN
KREATIFITAS GURU?
Masih terbayang dalam ingatan penulis (hari, minggu, dan bulan) pertama menjadi guru di salah satu SMA di Kabupaten Donggala. Tepatnya di SMA Negeri Tompe. Saat itu pula aktifitas sebagai guru dilaksanakan. Sampai saat ini di SMA Negeri 5 Palu. Aktifitas guru diemban hingga saat ini, sebagai sebuah rutinitas mengasyikkan, membanggakan dan membahagiakan. Betapa tidak, berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan penson dengan karakter dan kemampuan beragam membuat penulis mendapatkan sesuatu yang luar biasa nilai dan manfaatnya.
"Keluarlah Dari Pembelajaran Gaya Bank"
By: Asri Djalil, S.Pd
Dalam sebuah proses pendidikan, utamanya pendidikan formal, yang memegang peranan lebih penting adalah guru/pendidik. Dominasi guru yang dimaksudkan adalah karena besarnya tanggung jawab seorang guru dalam mendidik anak bangsa. Tetapi dalam proses pembelajaran, dominasi guru sehrusnya dikurangi sebab bila dominasinya lebih besar, akan mewujudkan sebuah model pembelajaran gaya bank. Pembelajaran gaya bank tersebut tidak bisa lagi diterapkan dewasa ini, terutama setelah kurikulum baru diterapkan yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
Dalam sebuah proses pendidikan, utamanya pendidikan formal, yang memegang peranan lebih penting adalah guru/pendidik. Dominasi guru yang dimaksudkan adalah karena besarnya tanggung jawab seorang guru dalam mendidik anak bangsa. Tetapi dalam proses pembelajaran, dominasi guru sehrusnya dikurangi sebab bila dominasinya lebih besar, akan mewujudkan sebuah model pembelajaran gaya bank. Pembelajaran gaya bank tersebut tidak bisa lagi diterapkan dewasa ini, terutama setelah kurikulum baru diterapkan yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
"Rabun Membaca dan Lumpuh Menulis, Sejenis Penyakit Berbahaya"
By: Asri Djalil, S.Pd
Jawaban lirih dan sedih atas sebuah pertanyaan. “Benarkah kini bangsa kita telah rabun membaca dan lumpuh menulis?”. Itulah pertanyaan yang saat ini sangat tepat dilontarkan sekaligus harus dijawab sendiri. Kita mungkin tidak menerima bila ada yang mengatakan “kerabunan dan kebutaan kita dalam membaca dan menulis selama 57 tahun telah membuat penghuni bangsa ini berada di pinggiran peradaban kesejagatan. Sangat jauh tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Ketertinggalan dan keterbelakangan inilah yang harus kita disikapi secara posif dengan memulai mencari akar penyebabnya, lalu berbuat tepat dan pasti walaupun harus perlahan.
Jawaban lirih dan sedih atas sebuah pertanyaan. “Benarkah kini bangsa kita telah rabun membaca dan lumpuh menulis?”. Itulah pertanyaan yang saat ini sangat tepat dilontarkan sekaligus harus dijawab sendiri. Kita mungkin tidak menerima bila ada yang mengatakan “kerabunan dan kebutaan kita dalam membaca dan menulis selama 57 tahun telah membuat penghuni bangsa ini berada di pinggiran peradaban kesejagatan. Sangat jauh tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Ketertinggalan dan keterbelakangan inilah yang harus kita disikapi secara posif dengan memulai mencari akar penyebabnya, lalu berbuat tepat dan pasti walaupun harus perlahan.
Tetaplah Bersinar wahai Guruku.......
By: Pujiati Sari
Saat ini, perkembangan negara Indonesia di bidang pendidikan belum mampu sejajar kualitasnya dengan negara-negara berkembang. Sangat membutuhkan waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Ketertinggalan ini, disebabkan oleh beberapa faktor pemicu yang menyebabkan bangsa kita menjadi terbelakang. Salah satu faktor dari sekian banyak faktor yang ada, yaitu kurangnya tenaga pendidik (guru) yang profesionalitas tinggi. Guru tersebut adalah guru yang profesional dalam mengajar, mendidik, membimbing, dan mengembangkan kemampuan para siswanya, serta memiliki kepribadian yang pantas digugu dan ditiru. Apa jadinya penerus bangsa ini, jika para pendidiknya kurang profesional? Jawabannya, tentu generasi penerus bangsa yang akan datang nantinya, justru akan tambah semrawut dan hanya menjadi sampah negara ini.
Saat ini, perkembangan negara Indonesia di bidang pendidikan belum mampu sejajar kualitasnya dengan negara-negara berkembang. Sangat membutuhkan waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Ketertinggalan ini, disebabkan oleh beberapa faktor pemicu yang menyebabkan bangsa kita menjadi terbelakang. Salah satu faktor dari sekian banyak faktor yang ada, yaitu kurangnya tenaga pendidik (guru) yang profesionalitas tinggi. Guru tersebut adalah guru yang profesional dalam mengajar, mendidik, membimbing, dan mengembangkan kemampuan para siswanya, serta memiliki kepribadian yang pantas digugu dan ditiru. Apa jadinya penerus bangsa ini, jika para pendidiknya kurang profesional? Jawabannya, tentu generasi penerus bangsa yang akan datang nantinya, justru akan tambah semrawut dan hanya menjadi sampah negara ini.
I Think.... Big is not beautiful (*_*)

By: Pujiati Sari
Siapa sih yang ingin punya badan gendut? Apa lagi cewek, tentunya tidak mau punya badan gendut.
Seperti halnya cewek yang lain, aku mendambakan tubuh yang menarik, dan ideal. Tapi, itu seakan-akan hanyalah khayalan belaka, yang tak mungkin dapatku raih. Dengan tinggi badan yang pas-pasan yaitu setinggi 155 cm, dan bermassa tubuh senilai 55 kg, yang membuat tubuhku terasa berat banget saat bergerak. So, tidak semua aktivitas yang mudah aku lakoni, ya...itu ujung-ujungnya karena tubuhku yang berat ini.
Aku sering iri pada teman-teman yang memiliki tubuh langsing, seksi serta kulit yang putih mulus. Kapan ya...aku bisa seperti mereka? Yang dapat bergerak leluasa dan lincah. Tidak seperti aku, aku selalu saja mengalami masalah-masalah mengenai tubuhku. Salah satunya seperti rasa ketidakpercayaan diri saat bergerak.
Siapa sih yang ingin punya badan gendut? Apa lagi cewek, tentunya tidak mau punya badan gendut.
Seperti halnya cewek yang lain, aku mendambakan tubuh yang menarik, dan ideal. Tapi, itu seakan-akan hanyalah khayalan belaka, yang tak mungkin dapatku raih. Dengan tinggi badan yang pas-pasan yaitu setinggi 155 cm, dan bermassa tubuh senilai 55 kg, yang membuat tubuhku terasa berat banget saat bergerak. So, tidak semua aktivitas yang mudah aku lakoni, ya...itu ujung-ujungnya karena tubuhku yang berat ini.
Aku sering iri pada teman-teman yang memiliki tubuh langsing, seksi serta kulit yang putih mulus. Kapan ya...aku bisa seperti mereka? Yang dapat bergerak leluasa dan lincah. Tidak seperti aku, aku selalu saja mengalami masalah-masalah mengenai tubuhku. Salah satunya seperti rasa ketidakpercayaan diri saat bergerak.
Guru Umar Bakri Kini dan Akan Datang
Oleh: Pujiati Sari Umar Bakri adalah sesosok guru yang pantas diteladani oleh setiap guru. Itulah yang diilustrasikan dalam sebuah lagu yang berjudul “Umar Bakri”, yang dinyayikan dan dipopulerkan oleh Iwan fals. Dilihat dari isi lirik, sepertinya sang Penyanyi ingin memotivasi para guru agar meneladani sifat-sifat terpuji guru Umar Bakri.
Guru Umar Bakri merupakan salah satu contoh guru yang profesional. Masih adakah saat ini guru seperti Umar Bakri? Yang ikhlas mengajar dan mendidik para siswanya agar menjadi orang yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa?
Menurut saya, memang sangat sulit menjadi guru yang profesional dan difavoritkan oleh siswa-siswanya. Namun, tidakkah seorang guru berusaha untuk mengarah menjadi guru yang profesional? Seperti orang bijak berkata, lebih baik mencoba “tidak mengapa” daripada “mengapa tidak mencoba?”
Langganan:
Postingan (Atom)
AssaLamu'alaikum wr. wr. ^^^WelcoMe to my spicE^^^